Anime

Tanggapan BPO Jepang Tentang Konten Kaifuku Jutsushi

Tidak bisa dipungkiri bahwa anime Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi menampilkan adegan yang terlalu vulgar dan kekerasan yang tidak bagus untuk ditonton. Menganalisa dan memberi peringatan akan hal tersebut adalah salah satu peran dari BPO (Broadcasting Ethics & Program Improvement Organization) di Jepang. Tak jarang itu membuat banyak seri anime dikritik disitu, seperti Goblin Slayer. Dan ada juga seri anime musim ini yang baru-baru ini menjadi perbincangan dan menuai berbagai kontroversi di berbagai negara yaitu Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi.

Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi merupakan serial anime yang diadaptasi dari novel ringan karya Tsukiyo Rui, yang merupakan kisah pembalasan dendam dari seorang penyembuh bernama keyarga/keyaru, yang setelah menguasai ilmu penyembuh terkuat, membuatnya bisa kembali ke waktu empat tahun lalu saat ia baru menjadi seorang penyembuh.

Ia melakukan hal tersebut untuk membalaskan dendamnya kepada semua orang yang sebelumnya meremehkan, menindas, menyiksa, bahkan memperkosa dirinya karena ia dipandang rendah sebagai seorang penyembuh yang hanya bisa melakukan sihir penyembuhan.

Serial tersebut sejak awal sudah dilirik oleh netizen dan fans animanga novel ringa karena konten cerita originalnya yang memang blak-blakkan dalam hal seksual, dengan banyaknya pelecehan dan kekerasan yang brutal. Tak heran, sejak sebelum penayangannya pihak anime itu sudah memberi peringatan akan konten gelap dalam ceritanya.

Dengan hal macam itu, tak begitu mengherankan seri anime tersebut tayang pada larut malam, dan juga bisa jadi topik pembicaraan dari BPO seperti berbagai seri anime, yang dilakukan pada pertemuan komite BPO pada bulan Februari kemarin.

Disitu dikatakan kalau BPO mendapatkan protes mengenai adegan-adegan kekerasan seksual pada anime tersebut. Dikatakan bahwa kontennya mendukung kekerasan seksual, pemakaian narkoba, dan asusila dapat mempengaruhi anak muda. Meskipun acara tersebut tayang pada tengah malam, tetap sangat tidak bagus untuk ditayangkan.

Sedikit catatan meski protes itu diterbitkan BPO, itu bukan berarti pendapat anggota BPO itu sendiri, dan bahkan yang agak mengejutkan adalah BPO juga memberi mixed review akan anime itu. Menariknya, netizen memberikan komentar akan hal ini, mereka mengatakan ada yang lebih parah lagi seperti Kakushi Dungeon yang lebih vulgar, dan Higurashi yang lebih brutal lagi kekerasannya.

Sumber: Akiba Nation

Back to top button